Tuesday, December 23, 2014

favvv

Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan aku akan menyimpannya. Selamanya.


-Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh

Thursday, December 18, 2014

buku dan kamu

Buku adalah benda favoritku.
Toko buku adalah tempat favoritku.
Kamu adalah tokoh favoritku.

Tak pernah satu waktu pun terbayang olehku, ketika aku dan kamu berjalan beriringan.
Berjalan bersama menuju sebuah dunia 'lain' yang penuh imaji .
Sebuah dunia 'lain' yang kita sepakat menyebutnya toko buku.

Perasaan aku selalu senang ketika memasuki sebuah toko buku
Ada kamu disampingku, membuat rasa senang ini berlipat ganda

Aku menuju rak buku di sebelah kiri
Kamu menuju rak buku di sebelah kanan
Kita terpisah, namu tak apa. Aku memakluminya.

Dengan buku di tanganku, aku memandangimu dari kejauhan
Terlihat kamu yang sedang asyik membaca buku di tanganmu
Lalu sibuk memilah-milih buku lain di rak itu

Aku terpesona melihat itu.
Kamu dan buku adalah perpaduan yang sangat apik

Aku pun ikut terlarut memilah-milih berbagai buku di rak
Hingga tanpa sadar, aku telah berdiri di belakang mu

Lalu, ku lihat kamu ternyata sedang mencari keberadaanku
Matamu menyapu seluruh ruangan di toko buku itu untuk mencari
Kamu mencari ku, di antara tumpukan buku-buku favorit mu

Kamu dan buku, adalah favoritku! :)

Monday, December 15, 2014

Firasat

Kenapa ya wanita itu di anugerahi dengan perasaan yang kuat akan sesuatu hal?
Apa karena wanita itu memang di takdirkan untuk selalu insecure?

Kenapa wanita itu di ciptakan seperti bisa menerka sesuatu yang bahkan belum pasti terjadi?
Apa karena wanita itu memang di berikan naluri yang tajam?



"Firasat ini rasa rindu kah atau kah tanda bahaya? Aku tak peduli, ku terus berlari"
-Firasat-

Friday, December 12, 2014

pergi

Ada kalanya kita bertanya akan suatu hal
Ada kalanya kita mempunyai banyak tanya yang berkecamuk
Ada kalanya kita menyimpan harap yang tidak pasti
Ada kalanya kita mencari jawaban untuk semua kata tanya


Di antara sejuta tanya dan harap yang ada dan selalu tersimpan
Lalu tiba-tiba datang,
Datang seekor burung kecil
Ia hinggap di dahan pohon kering itu

Seekor burung kecil dengan sayapnya yang begitu indah
Seekor burung kecil dengan matanya yang berbinar cerah
Seekor burung kecil dengan suaranya yang merdu
Seekor burung kecil dengan sosok yang begitu menawan

Ku perhatikan burung kecil itu
Tak henti aku menatapnya 
Di mataku, ia mempunyai sejuta pesona

Burung kecil itu menatapku dengan binar matanya
Seolah ia tahu, aku tak henti menatapnya dari balik jendela

Burung kecil itu datang seolah-olah membawa pesan
Burung kecil itu datang seakan membawa jawaban
Burung kecil itu datang seakan tahu akan kegundahan hati ini

Tak lama setelah ia menatapku
Burung kecil itu hilang dari pandanganku
Burung kecil itu terbang entah kemana
Burung kecil itu tak lagi terlihat olehku

Burung kecil itu pergi membawa sejuta pertanyaan
Burung kecil itu pergi menghilangkan sejuta angan




dan aku.... hanya melongo.


sarimurtiningrum
121214